MY FOLLOWERS

Wednesday, July 27, 2011

Artikel - Benarkah Wong Fei Hung Seorang Ulama Hebat?

Credits to: SyokOrg
Gambar ihsan: SyokOrg


Assalamualaikum...





Potret yang mengabadikan tokoh lagenda Wong Fei Hung


Ramai yang sedia maklum bahawa tokoh legenda asal Cina, Sam Poo Kong alias Muhammad Cheng Ho adalah seorang Muslim. Namun nampaknya masih banyak yang belum tahu bahawa masih banyak tokoh China legenda yang ternyata beragama Islam. Dua di antaranya ialah Wong Fei Hung dan Judge Bao.

Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jaguh Kung fu dalam filem Once Upon A Time in China. Dalam filem itu, karakter Wong Fei Hung dilakonkan oleh aktor terkenal Hong Kong, Jet Li.





Namun siapakah sebenarnya Wong Fei Hung?

Wong Fei Hung adalah seorang ulama, ahli perubatan dan ahli senibeladiri legenda yang namanya diabadikan sebagai pahlawan nasional China oleh pemerintah China. Namun pemerintah China sering berupaya mengaburkan jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga nama baik dan kehebatan kekuasaan kKomunis di China.

Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab-kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong.

Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang ulama, dan tabib ahli ilmu pengobatan tradisional, serta ahli beladiri tradisional Tiongkok (wushu/kungfu). Ayahnya memiliki sebuah klinik pengobatan bernama Po Chi Lam di Canton (ibu kota Guandong). Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu wushu tingkat tinggi. Ketinggian ilmu beladiri Wong Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari Sepuluh Macan Kwantung. Posisi Macan Kwantung ini di kemudian hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung.






Antara patung tokoh lagenda sejarah tersebut


Kombinasi antara pengetahuan ilmu pengobatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjangi oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuatkan keluarga Wong sering turun padang bagi membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Kerana itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan menyanjungi keluarga Wong.

Pesakit klinik keluarga Wong yang meminta bantuan perubatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar kos perubatan. Walaupun demikian, keluarga Wong tetap membantu setiap pesakit yang datang dengan bersungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah ada diskriminasi dalam membantu, tanpa mempedulikan suku, bangsa, agama, semua dibantu tanpa pilih kasih.

Secara rahsia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch’in yang korup dan bersikap penindas. Dinasti Ch’in ialah dinasti yang merobohkan kekuasaan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam.

Wong Fei-Hung mula mengasah bakat beladirinya sejak berguru kepada Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarnya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung berupaya melahirkan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang menjadi lagenda. Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemui, dikembangkan dan merupakan andalan dari Hung Hei-Kwun, kakak seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah seorang pendekar Shaolin yang berjaya menyelamatkan diri dari peristiwa pembakaran dan penghapusan oleh pemerintah Dinasti Ch’in pada 1734.

Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir mengalahkan dinasti penjajah Ch’in yang datang dari Manchuria (sekarang kita mengenalnya sebagai Korea). Seandainya pada masa itu pemerintah Ch’in tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, Inggeris, Jepun), pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu niscaya akan berhasil mengusir pendudukan Dinasti Ch’in.

Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli perubatan dan ahli seni beladiri terkemuka. Bahkan ia berhasil mengembangkannya menjadi lebih maju. Kemampuan beladirinya semakin sukar ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat tangkas dan efisien yang dinamakan Jurus Cakar Macan dan Jurus Sembilan Pukulan Khusus.

Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata. Masyarakat Canton pernah menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan hanya memegang tongkat berhasil menewaskan lebih daripada 30 orang jaguh handalan di pelabuhan yang berbadan sasa dan ganas di Canton kerana dia membela rakyat miskin yang akan mereka peras.

Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya dengan berbagai dugaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden pergaduhan dengan samseng Canton. Wong Fei-Hung sudah tiga kali bernikah kerana isteri-isterinya meninggal dalam usia singkat. Setelah isteri ketiganya meninggal dunia, Wong Fei-Hung memutuskan untuk hidup bersendirian sehinggalah dia bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan juga ahli beladiri. Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga ke akhir hayat. Mok Gwai Lan turut mengajar beladiri dalam kelas khusus kepada perempuan di perguruan suaminya.

Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal dunia dalam usia 77 tahun. Masyarakat Cina, khususnya di Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai pahlawan pembela kaum mustad’afin (tertindas) yang tidak pernah gentar membela kehormatan mereka. Siapapun dan berapapun jumlah orang yang menindas orang miskin, akan dilawannya dengan segenap kekuatan dan keberanian yang dimilikinya. Wong Fei-Hung pergi dengan meninggalkan nama harum yang membuatkannya dikenang sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup yang diberikan Allah kepada seorang muslim selain mati syahid. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah s.w.t. dan semoga segala kebaikannya menjadi teladan bagi kita, generasi muslim yang hidup setelahnya. Amin.

Once Upon A Time In China yang dilakonkan oleh Jet Li bukanlah menggambarkan perlakuan Fei Hung yang sebenar. Ia lebih kepada hiburan dan kesungguhan pengarah filem untuk menampilkan kehebatan kung fu ditambah dengan unsur humor. Fei Hung adalah seorang yang sangat menitik beratkan ajaran Islam. Sedangkan dalam cerita tersebut beliau digambarkan seorang yang sangat baik hati dan menganut agama bukan Islam.

Benar atau tidaknya keislaman Wong Fei Hung, Allah jua Yang Maha Mengetahui. Jangan kita sekadar bangga dan mengenang kehebatan umat Islam silam. Fikirkan bagaimana untuk hebatkan umat Islam kini sehingga penganut agama lain menyegani umat Islam. Sesungguhnya akhlak yang baik sangat membuatkan seluruh umat manusia tertawan.


Sumber:
www.wongfeihung.com/
shuangxingfu.blogspot.com/2010/05/something-you-never-knew-about-wong-fei.html
en.wikipedia.org/wiki/Wong_Fei-hung
www.asiawind.com/forums/read.php?f=2&i=2366&t=2335

4 comments:

Beeha B. said...

woaaa...infonya bagus kok...jarang baca blog macam ni...

ain revival said...

ak ingatkan wong fei hung nie ahli kungfu jep..hihi

Hanie_Dew said...

eh..betul ke.hhmm..hanie dah banyak baca pasal tokoh-tokoh sejarah bangasa asing selain melayu ramai yang beragama islam sebenanya. tapi dikaburkan dan diputarbelitkan. betapa gah nya Islam tapi ditenggelamkan. kenapa agaknya ?

an nyek said...

wah!! nie agak menarik nie...bukan menarik sikit, tp mnarik bnyk nie..judge bao pon islam jgk ke??