MY FOLLOWERS

Sunday, December 11, 2011

Artikel - Kerana Sebutir Kurma

Kredit kepada: KOL
Gambar ihsan: Yahoo Images


Assalamualaikum....

Selesai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat ziarah ke Masjidil Aqsa. Untuk bekal di perjalanan, dia membeli 1 kg kurma dari pedagang tua berdekatan Massjidil Haram. Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma terlekat pada timbangan. Menyangka kurma itu sebahagian daripada yang ia beli, Ibrahim memungut dan memakannya.

Setelah itu, dia segera berangkat menuju ke Masjidil Aqsa. 4 bulan kemudian, Ibrahim tiba di Al-Aqsa. Seperti biasa, ia suka memilih sebuah tempat beribadah pada di satu ruang di bawah kubah Sakhra. Ia shalat dan berdoa khusyuk sekali. Tiba-tiba ia terdengar percakapan dua Malaikat tentang dirinya.

"Itu Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan warak yang doanya selalu dikabulkan ALLAH SubhanAllah Wa Taala," kata malaikat yang satu.

"Tetapi sekarang tidak lagi. Doanya ditolak kerana 4 bulan yang lalu ia memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja seorang pedagang tua berdekatan Masjidil Haram," jawab malaikat yang satu lagi.

Ibrahim bin Adham terkejut lalu berfikir selama 4 bulan ini ibadahnya, shalatnya, doanya dan mungkin amalan-amalan lainnya tidak diterima oleh ALLAH SubhanAllah Wa Taala gara-gara memakan sebutir kurma yang bukan haknya. "Astaghfirullahal adzhim" Ibrahim beristighfar.

Ia langsung berkemas untuk berangkat lagi ke Makkah menemui pedagang tua penjual kurma untuk meminta dihalalkan sebutir kurma yang telah ditelannya.

Setelah sampai di Makkah, dia pun menuju ke tempat penjual kurma itu, tetapi ia tidak menemukan pedagang tua itu melainkan seorang anak muda. "4 bulan yang lalu saya membeli kurma di sini dari seorang pedagang tua. Ke mana ia sekarang?" tanya Ibrahim.

"Sudah meninggal sebulan yang lalu, sekarang saya pula meneruskan pekerjaannya berdagang kurma" jawab anak muda itu.

"Innalillahi wa innailaihi roji'un, kalau begitu kepada siapa saya harus meminta penghalalan?".

Lantas Ibrahim menceritakan peristiwa yang dialaminya, anak muda itu mendengarkan penuh minat.

"Nah, begitulah" kata Ibrahim setelah bercerita, "Engkau sebagai ahli waris orang tua itu, mahukah engkau menghalalkan sebutir kurma milik ayahmu yang terlanjur ku makan tanpa izinnya?".

"Bagi saya tidak ada masalah. Insya ALLAH saya halalkan. Tapi entah bagaimana pula dengan saudara-saudara saya yang jumlahnya 11 orang. Saya tidak berani melampaui mereka kerana mereka mempunyai hak waris sama dengan saya."

"Di mana alamat saudara-saudaramu? Biar saya temui mereka satu persatu."

Setelah menerima alamat, Ibrahim bin Adham pergi menemui mereka. Biar berjauhan, akhirnya selesai juga. Semua setuju menghalalkan sebutir kurma milik ayah mereka yang termakan oleh Ibrahim.

4 bulan kemudian, Ibrahim bin Adham sudah berada di bawah kubah Sakhra. Tiba-tiba ia mendengar dua malaikat yang dahulunya bercakap mengenaimya sedang bercakap sesama sendiri.

"Itulah Ibrahim bin Adham yang doanya tertolak gara-gara makan sebutir kurma milik orang lain."

"Oh, tidak.., sekarang doanya sudah makbul lagi, ia telah mendapat halalan dari ahli waris pemilik kurma itu. Diri dan jiwa Ibrahim kini telah bersih kembali dari kotoran sebutir kurma yang haram kerana masih milik orang lain. Sekarang ia sudah bebas."

Berhati-hatilah dengan makanan yang masuk ke tubuh kita. Adakah ia sentiasa halal? Jika ragu-ragu, segeralah tinggalkannya...

5 comments:

schaze zainn said...

selalunya beli kurma waktu bulan puasa jek..huhu

Mira Adzlia said...

hihi..tol tu...bln pose jek mkn kurma..aish....padahal, kurma byk khasiatnye & kebaikannye ^_^

nasha sanza said...

memang kena cari rezeki yang halal...

maisarah sarah said...

walau kecil macam mana pun tetap ada pemiliknya ^_^

farz zull said...

subhanallah! Hebat sungguh peribadinya...:)